Langsung ke konten utama

dear future husband



Hai, ini calon istrimu

Mungkin kita menikah saat aku masih kuliah atau baru berkerja atau saat kamu mulai membangun karirmu. KITA GAK TAU YAKAN ?? Tapi yang jelas aku mau jadi pendamping kamu dalam kondisi apapun. Catet ya di diary dan distabilo-in atau apakek “DALAM KONDISI APAPUN”. Aku pengen bisa susah, senang, sakit, sehat sama kamu ,hanya sama kamu. Aku juga akan dekat dengan keluargamu, apalagi ibu kamu “WE ARE ONE BIG FAMILY” . Mungkin nanti aku bukan istri yang terbaik/sempurna. Tapi kamu yang akan jadi suamiku,aku bakal mencoba. Seenggaknya mencukupi semua yang kamu butuhkan, bisa masak ya at least makanan kesukaan kamu, nyiapin baju kerja kamu, mijetin kalo kamu pegel, bikinin kamu kopi atau teh, nemenin kamu pas weekend  daripada pergi sama temen temen aku. Ikut nemenin kamu kalo lagi badmood atau pengen kemana gitu,tenang aku akan sabar kok, aku akan berbakti sama kamu sama seperti kamu mencintai dan bertanggung jawab atas aku. Terus anak anak kita nanti akan kita didik sebaik mungkin dan aku yakin bisa membanggakan dan membahagiakan kita ya hehe. Oiya ,maybe one time aku bakal nyebelin dan bawel sama kamu, tapi tolong kamu lihat dulu kenapanya yaa. Simply, I want the best for our family,sebisa mungkin aku gak akan bikin kamu bingung kok. Tapi kalo sampe aku bikin kamu gitu,coba kamu telaah dulu kenapa dan habis itu kita omongin bareng bareng. Cerita apapun ke aku ya, aku pengen kita terbuka satu sama lain dan itu adalah bentuk saling percaya. Aku pengen kamu bagi beban kamu. Ga usah gengsi yaa, dan kalopun kita berantem,aku ga akan suruh kamu tidur diluar kok. Pokoknya harus selesai sebelum kita tidur, Oke ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pukul 2.am kala itu

Beberapa minggu lalu someone asked me " Do you believe that everything happen for a reason? " and i answer "yes,i do" terus jadi sempet mikir waktu itu, waktu menunjukkan pukul 2pagi. Dengan lampu yang udah dimatiin dan suasana yang gelap dan hening. Hembusan dingin malam dari celah jendela kamar. Iya, semuanya terjadi karena ada alasannya dan itu sempat aku alami. Dulu sempat berfikir "kenapa ya kok gak pernah langgeng gini dalam sebuah hubungan? Padahal serius jalaninya" "kok berasa aku yang terus terusan dikhianatin?" Hahahaha .. Well,ternyata semua itu terjadi karena ada alasannya. Mungkin Tuhan gak mau aku jatuh di orang yang salah. Ibaratnya dikasih petunjuk itu orang aslinya kayak gimana sebelum akhirnya aku benar benar jatuh dibuatnya. Emang sih sakit rasanya cuma semua itu bakalan jauh lebih baik daripada aku malah jatuh lebih dalam di orang yang salah bukan?selagi masih zaman pacaran ga ada salahnya memilih yang jauh lebih baik bua...